Makna Kalimat/Lafadz Dalam Islam Yang Sering Kita Dengar
Makna Kalimat/Lafadz dalam Islam yang yang sering kita
dengar namun mungkin sebagian dari kita umat Islam tidak tahu makna atau arti
dari kalimat tersebut.
S.W.T. adalah singkatan dari dua sifat Allah, yaitu
Subhanahu wa Ta’ala. berarti Allah yang Maha Suci dan Maha Tinggi.
"Seandainya pada keduanya (di bumi dan di langit) ada
tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa. Maha Suci Allah yang
memiliki 'Arsy dari apa yang mereka sifatkan" (QS. Al-Anbiya':22)
Azza wa Jalla dan Jalla Jalaluhu adalah dua ungkapan yang
disematkan pada lafadz Allah selain Ta`ala. Lafadz `Azza maknanya adalah yang
Maha Aziz atau Perkasa. Sedangkan lafadz Jalla maknanya adalah Agung.
” … maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana.”
(QS. Al-Baqarah : 209)
”Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran /
keagungan dan kemuliaan.” (QS. Ar-Rahman : 27)
S.A.W. merupakan singkatan dari Shallallahu`alaihi Wa
Sallam, sebuah lafadz yang di sunnahkan kepada kita untuk mengucapkannya ketika
menyebut nama Rasulullah SAW. Artinya adalah Semoga Allah memberikan shalawat
dan salam kepadanya.
Perintah untuk bershalawat kepada Rasulullah SAW merupakan
perintah dari Al-Quran yaitu :
”Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat
untuk Nabi . Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan
ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab : 56)
A.s. biasa digunakan untuk menyingkat lafadz Alaihis Salam
yang bermakna Semoga keselamatan dilimpahkan kepadanya. Ungkapan ini biasanya
diberikan kepada para nabi dan Rasul termasuk juga para malaikat.
” Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul.”(QS.
Ash-Shaffaat : 181)
R.a. biasa digunakan untuk menyingkat lafadz
Radhiyallahu`anhu/`anha / `anhum.
Lafadz ini juga merupakan ungkapan dan do'a yang disematkan
kepada para sahabat Rasulullah SAW. Maknanya adalah Semoga Allah meridhainya.
Bila kata terakhirnya `anhu maka dhamirnya untuk dia satu orang laki-laki. Bila
kata terakhirnya `anhum maka dhamirnya mereka (jama`) dan bila kata terakhirnya
`anha maka dhamirnya untuk dia seorang wanita.
”Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama dari
golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan
baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah
menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya
selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.”(QS.
At-Taubah : 100)
”Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu’min
ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon , maka Allah mengetahui
apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan
memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat .”(QS. Al-Fath : 18)
Naudzubillahi mindzalik adalah ungkapan meminta perlindungan
kepada Allah dari bahaya atau madharat sesuatu hal. “…maka mintalah
perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
(QS. Al-Mu`min : 56)
Wallahu a’lam bishshowab adalah ungkapan untuk menyatakan
bahwa kita mengembalikan kebenaran itu hanya kepada Allah. Makna lafadz itu
adalah Dan hanya Allah saja yang lebih mengetahui segala kebenaran.
” …dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada
lagi Yang Maha Mengetahui.” (QS. Yusuf : 76)
Jazzakumullah Khoiran Katsiro maknanya adalah Semoga Allah
memberikan balasan kepada Anda yang lebih baik dan lebih banyak. Ungkapan ini
adalah bentuk do'a dan sekaligus rasa syukur kepada seseorang yang telah
berjasa kepada kita. Ungkapan ini lebih sempurna dari sekedar mengucapkan
kalimat terima kasih. Karena didalamnya selain ungkapan terima kasih juga ada
do'a untuk memberikan yang lebih baik dan lebih banyak lagi.
”Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak. Dia
adalah sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan.” (QS.
Al-Kahfi : 44)

