Bushido, Jalan Samurai Dan Prinsip Hidup Seorang Muslim
Pernah lihat film "The Last Samurai" yang dibintangi oleh Tom Cruise? Atau film "47 Ronin" yang dibintangi si cakep Keanu Reeves. Atau paling tidak minimal sudah pernah baca buku "Miyamoto Musashi" buah karya Eiji Yoshikawa. Kalau sudah pernah, pasti tahu istilah "Bushido".
Bushido, atau dalam bahasa awam disebut sebagai jalan hidup/prinsip hidup seorang Samurai. Dalam Bushido, seorang Samurai harus mempunyai mental kerja keras, jujur, ikuti pemimpin, tidak individualis, tidak egois, bertanggung jawab, bersih hati dan harus tahu malu.
Nah, kalau ditelaah lebih jauh, mental Bushido sebenarnya sama dengan apa yang sudah diajarkan di dalam Al Quran. Jika kita ganti istilah-istilahnya, akan kita temukan betapa prinsip Bushido itu sesungguhnya harus pula dianut oleh semua umat muslim. Berikut penjelasannya:
1. Kesetiaan
Sejak berniat untuk menjadi seorang Samurai, mereka akan memilih Jalan Pedang dan akan terus setia sampai saat kematian datang dan mati dengan bangga sebagai seorang Samurai. Kesetiaan seorang Samurai pada tuannya, bahkan sampai pada tahap rela mengorbankan seluruh hidupnya demi kepentingan tuannya. Padahal tuannya hanyalah manusia biasa yang tidak bisa menjamin hidupnya.
Kalo kita switch/ganti kata samurai dengan kata muslim, serta istilah Jalan Pedang dengan istilah Jalan Islam, penjelasan tentang kesetiaan pada mental Bushido menjadi seperti ini: sejak berniat menjadi seorang Muslim, kita akan memilih Jalan Islam dan akan terus setia menempuh jalan ini dan mati syahid sebagai seorang Muslim, rela berkorban untuk Allah,,,lilahhi ta’ala…
Katakanlah: “Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS Al An’aam:162)
2. Kedisiplinan
Disiplin samurai benar-benar patut diacungi jempol. Dalam film “The Last Samurai” terlihat bagaimana suatu desa yang di dalamnya hidup para samurai sangat disiplin dalam menjalani hari-harinyanya. Sejak bangun pagi, para samurai keluarga mereka sudah memulai aktivitas mereka masing-masing. Berlatih pedang, mengolah lahan, mengurus rumah. Selain itu samurai hidup dan bekerja dalam suatu unit organisasi yang terstruktur.
Kalo dalam bukunya si Eiji, benar-benar kelihatan disiplin individu yang dilakukan si Mushasi sejak dirinya bertobat dan berniat menjadi seorang samurai. Apalagi disiplin diri dalam mengendalikan nafsu.
Switch to Islam, satu contoh kecil disiplin dalam Islam, shalat. Sholat mengajarkan kita disiplin dalam masalah waktu. Disiplin diri, disiplin dalam bermasyarakat, disiplin dalam beribadah, dan disiplin dalam kebenaran, dsb. Terlalu panjang jika membicarakan disiplin ini satu-satu..
3. Keberanian
Para samurai dikenal sebagai orang dengan semangat juang dan harga diri yang tinggi. Tak merasa takut dengan musuhnya. Meskipun kalah dalam jumlah tetep aja,,hajar. Tentu saja bukan hanya keberanian yang buta. Mereka tetap memperhatikan taktik dan strategi sebelum benar-benar menghajar musuhnya. Bertempur dengan cermat.
Let’s we switch, Islam mengajarkan pada kita agar takut hanya padaAllah. Bukankah ini suatu keberanian yang luar biasa. Takut pada Allah, tak semua bisa kurasa. Ada kan yang masih takut pada makhluk, makhluk nyata maupun makhluk ghaib..
..Maka janganlah kamu, takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk… (QS Al Baqarah:150)
4. Kerja keras
Perjuangan si Mushasi untuk menemukan jalan pedangnya sungguh luar biasa. Setelah 3 tahun dicekoki dengan kitab-kitab, dimulailah pengembaraannya mencari jalan pedang sejati. Bisa disebut orang biasa yang menjadi luar biasa karena kerja keras yang ia lakukan.
Switch, sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita kerja keras. Baik untuk urusan dunia maupun akhirat. Seorang muslim juga perlu mencari Jalan Islam-nya. Jalan yang sangat panjang, perlu kerja yang sangat keras sampai kita bisa memahami jalan yang kita lewati.
..Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri... (QS Ar Ra’d:11)
Sepertinya bukan cuma ini nilai-nilai yang bisa diambil. Masih banyak sebenarnya. Sampai ada seseorang yang bilang “Kalo orang Jepang jadi seorang muslim, Masyaallah banget, karna mereka sudah mempraktekkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan mereka sejak dahulu”. Silakan mencari nilai-nilai tersebut sendiri.
Jadi untuk sahabatku sesama muslim,,,berbahagialah kita sudah berada di jalan yang benar-benar hebat, tinggal bagaimana kita melewati jalan tersebut.
Wallahu a'lam bisshowab


2 komentar
Write komentarI like it
ReplyI like it
Reply